Jogja Airport Resto: Dijamu oleh Pilot dan Pramugari

YOGYAKARTA – Dua unit pesawat Boeing 737 Seri 200 yang terparkir di kawasan Kadirojo I, Kalasan, Yogyakarta cukup membuat bingung. Saat ditemukan, terdapat gambar karakter wayang dan kartun pada bodi kedua pesawat.

Ternyata dua pesawat itu memang sengaja diletakkan di halaman Jogja Airport Resto. Restoran dengan konsep bandara ini, siap mengajak pengunjungnya merasakan sensasi makan di atas pesawat. Saat memasuki lobi, pengunjung akan dilayani layaknya penumpang pesawat. Pengunjung akan berjalan melalui alat metal detector dan meletakkan barang bawaannya pada mesin xray.

Di ruang check in pengunjung akan disambut oleh karyawan restoran layaknya petugas di bandara. Mereka akan menyuguhkan menu berupa paket makanan bagi pengunjung yang ingin makan di dalam pesawat. Paket makanan terbagi menjadi tiga, yaitu Paket Ndeso, Paket Kampung dan Paket Milenial. Ketiga paket tersebut dibanderol dengan harga Rp160.000-,. Paket makanan di atas pesawat hanya tersedia untuk empat orang dan enam orang karena menyesuaikan dengan jumlah kursi di tiap meja.

Setelah membayar uang muka makanan yang dipesan, pengunjung akan menerima bon layaknya tiket pesawat. Pengunjung dapat melihat jadwal keberangkatan pada layar yang tersedia di ruang check in. Pengunjung harus menunggu sebentar untuk boarding. Terdapat pula spot swafoto ala pramugari di ruang check in.

“Perhatian. Penumpang Pesawat Jogja Flight Air dengan nomor penerbangan JF 001 dipersilahkan untuk melakukan pembayaran di ruang check in.” Penumpang (pengunjung) akan mendengar suara pengumuman layaknya announcement di bandara, 30 menit sebelum keberangkatan. Selanjutnya petugas akan mengantar penumpang menuju pesawat.

Sesampainya di kabin, penumpang disambut oleh pramugari dan pramugara dengan ramah. Mereka akan menuntun penumpang ke kursinya masing-masing. Penumpang seolah merasakan sensasi naik pesawat kelas eksekutif karena tersedia meja makan lengkap dengan minuman dan peralatan makannya.

Konsep boarding dimulai dengan announcement lepas landas serta peragaan alat keselamatan oleh pramugara dan pramugari. Usai peragaan alat keselamatan, mereka akan menyajikan menu makanan di meja penumpang. Penumpang dapat langsung menikmati makanan yang tersaji. Batas waktu makan juga terjadwal layaknya waktu terbang pesawat, yaitu selama satu setengah jam. Disediakan juga es jeruk dan isi ulang air putih yang diantarkan pramugari atau pramugara menggunakan kereta dorong.

Menyantap makanan sambil sesekali melihat ke bawah melalui jendela membuat sensasi naik pesawat semakin terasa. Suara bising juga seolah terdengar seperti suara mesin pesawat. Usai makan, penumpang juga bisa melihat dan berfoto di area kokpit dengan membayar tiket seharga Rp20.000-, kepada pramugari atau pramugara. Setelah selesai, penumpang kemudian turun dari pesawat dan menuju pintu kedatangan untuk keluar.

Restoran yang melangsungkan soft opening pada bulan Oktober ini dibuka setiap hari mulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 20:00 WIB pada hari kerja. Pada hari libur dibuka mulai pukul 10:00  WIB hingga pukul 20:30 WIB. Untuk menikmati makanan di restoran ini, pengunjung bisa melakukan reservasi melalui telepon atau langsung mendatangi Jogja Airport Resto.

Jogja Airport Resto merupakan restoran milik perorangan. Pemiliknya ialah Andi Kurniawan, yang juga merupakan pemilik sekolah pramugari Jogja Flight Education Center. Restoran yang didesain layaknya bandara ini merupakan laboratorium praktek bagi siswa Jogja Flight Education Center. Jadi, pramugari dan pramugara yang melayani penumpang merupakan siswa yang sedang melakukan praktek.

Terdapat dua pesawat yang terparkir di restoran ini. Andi memberi nama masing-masing pesawat sesuai dengan nama anaknya. Pesawat JF 01 bernama Nurmalita memiliki kapasitas penumpang 78 orang serta pesawat JF 02 bernama Luthfiatunnisa, dengan kapasitas penumpang 64 orang. Bodi pesawat juga dihiasi gambar karakter pewayangan dan kartun.

Area restoran dibagi menjadi empat, yaitu pesawat, lounge bawah, lounge atas dan garden. Pengunjung bisa memilih area untuk makan. Di sepanjang area restoran terpajang motor dan mobil antik yang dijadikan spot untuk berfoto. Rencananya, motor dan mobil antik tersebut dikumpulkan oleh pemilik restoran untuk mengisi museum mini yang akan dibangun di samping restoran.

Yulinus, salah satu pengunjung yang membawa keluarganya, mengakui Jogja Airport Resto memiliki konsep yang unik dan seru. Pengunjung restoran datang dari berbagai daerah, baik Yogyakarta hingga luar kota. Kebanyakan pengunjung membawa keluarga dan sanak saudaranya ke restoran ini. Tingginya antusias pengunjung terlihat ketika restoran yang belum selesai dibangun ini selalu ramai. Membawa konsep yang unik dan berbeda, restoran ini mampu menarik kurang lebih 800 hingga 1000 pengunjung per harinya. Ide dan inovasi pemiliknya membuat usaha yang baru dijalankan dua bulan ini mampu meraih sukses.

Pengunjung dapat merasakan sensasi makan di restoran berkonsep bandara, berfoto dengan motor dan mobil antik serta menikmati pemandangan ladang jagung di Jogja Airport Resto.  Menawarkan pengalaman wisata kuliner sekaligus edukasi, Jogja Airport Resto dapat menjadi tujuan akhir pekan Anda dan keluarga. (vcp)

Tinggalkan komentar